Kinerja Bidan Desa di Desa Tertinggal Dalam Penggerakan Masyarakat Bidang Kesehatan di Kabupaten Garut tahun 2018

  • Intan Rina Susilawati STIKes Karsa Husada Garut
  • Tita Husnitawati Madjid
  • Herry Herman

Abstract

Cakupan program kesehatan khususnya KIA di Kabupaten Garut masih belum mencapai target, diantaranya adalah pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, masih rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Posyandu melalui penimbangan Balita (D/S) rata – rata setahun. Hal ini salah satunya disebabkan karena masih belum optimalnya peran dan fungsi bidan desa khususnya di desa tertinggal dalam menjalankan tugasnya sebagai penggerak masyarakat di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik berbentuk studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 84 responden. Variabel independen terdiri dari faktor umur, pendidikan, lama kerja, pengetahuan, motivasi, imbalan/penghargaan. variabel terikatnya adalah kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat  di bidang kesehatan di Kabupaten Garut. Analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian dengan analisis bivariabel menunjukan terdapat hubungan yang berpengaruh antara faktor umur (p 0,001) POR 2,31, pendidikan (<0,001) POR 4,45, lama kerja (<0,001) POR 2,54, pengetahuan (p 0,004) POR 2,03, motivasi (p <0,001) POR 6,05, penghargaan/imbalan (p <0,001) POR 3,81 dengan kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat di bidang kesehatan di Kabupaten Garut. Hasil analisis multivariabel menunjukan  secara simultan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja bidan desa di desa tertinggal di Kabupaten Garut adalah faktor umur (p 0,010) OR 10,30, pendidikan (p 0,014) OR 6,96, motivasi (0,001) OR 21,87 dan penghargaan/imbalan (p 0,022) OR 5,91. Kesimpulan penelitian adalah kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat di bidang kesehatan di Kabupaten Garut, memiliki kinerja tinggi sebesar 57,1%. Terdapat hubungan antara faktor umur, tingkat pendidikan, lama kerja, pengetahuan, motivasi, penghargaan/imbalan dengan kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat di bidang kesehatan di Kabupaten Garut. Faktor umur, tingkat pendidikan, motivasi dan penghargaan/imbalan berpengaruh terhadap kinerja bidan desa di desa tertinggal dalam penggerakan masyarakat di bidang kesehatan di Kabupaten Garut

References

BAPPEDA Garut, Data Dasar Pengentasan Desa Tertinggal. In: Bappeda, editor. Kabupaten Garut: Bappeda Garut; 2012

BAPPENAS. Kajian Analisis Kesenjangan Antar Wilayah. 2012(Situasi Dan Kondisi Kesehatan Di Daerah Tertinggal).

Creswell JW. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Jogjakarta: Pustaka Pelajar; 2009.

F A. Setiawan, Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Lama Kerja Perawat Dengan Kinerja Perawat Di RSU Pandan Arang Kabupaten Boyolali. Berita Ilmu Keperawatan. 2008;1(3):9-15.

Garut DKK. Profil Kesehatan Kabupaten Garut Tahun 2013. In: Garut DKK, editor. Kabupaten Garut: Dinas Kesehatan Kabupaten Garut; 2013.

Garut B, editor. Pengentasan Desa Tertinggal. Garut2012

J. SdPD. Manajemen Sumber Daya Manusia : Dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Bandung: Alfabeta; 2011.

Juwendah E, Hapsari H, Renaldy E, Saidah Z. Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal di Kabupaten Garut. Sosiohumaniora. 2013;15(2):211-21.

Lestari TRP. Pelayanan Kesehatan Di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Dan Kepulauan. Info Singkat. 2013;V(12):9 - 11.

Prabu MAAA. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. ke-6 C, editor. Bandung: Refika Aditama; 2012.

Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010 - 2014, (2010).

Soekidjo N. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Syukri Palutturi N, Nurhamsa Mandak. Determinan Kinerja Bidan Di Puskesmas Tahun 2006. Jurnal Manajemen Pelayanan Masyarakat. 2006;10(4):195-200.

UU Nomor 7 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan, 7 (2007).
Published
2019-12-19
How to Cite
Susilawati, I., Madjid, T., & Herman, H. (2019). Kinerja Bidan Desa di Desa Tertinggal Dalam Penggerakan Masyarakat Bidang Kesehatan di Kabupaten Garut tahun 2018. Jurnal Medika Cendikia, 6(2), 106-119. https://doi.org/10.33482/medika.v6i2.113